Opini | Jokowi Terjebak Dengan Dirinya Sendiri, Yang Memaksa Dia Harus Memilih Anaknya!

zonantt

Jakarta, ZonaNTT.Com – Harus kita akui selama hampir 10 tahun masa pemerintahan Presiden Jokowi banyak sekali perubahan yang sudah terjadi. Bangsa kita secara perlahan-lahan menuju ke arah yang sudah seharusnya. Pembangunan di segala bidang, baik infrastruktur yang mencakup pembangunan jalan raya, jalan tol, bandara, pelabuhan dan bendungan terjadi secara besar-besaran di masa ini.

Apa yang sudah dilakukan Jokowi itu banyak mendapatkan apresiasi dari masyarakat kita baik yang ada di dalam negeri, maupun masyarakat negara lain. Mereka bangga dengan pencapaian besar yang sudah terjadi di Indonesia ini. Bahkan dalam pembangunan daya saing saja, kita sudah bisa melewati negara maju seperti Jepang. Daya saing kita saat ini berhasil menempati posisi 34 dunia, dari sebelumnya 44, dari 64 negara dunia.

Daya saing ini berhasil mengalahkan jepang yang berada pada posisi 35 dunia, hal ini pun sangat layak diapresiasi. Dalam bidang ekonomi juga, ekspor kita mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Terutama disebabkan dari naiknya ekspor bahan setengah jadi kita. Seperti nikel, CPO dan batubara. Semua yang terjadi selama hampir 10 tahun ini memang sangat jelas membuat kita optimis, jika mimpi kita menjadi negara maju di 2045 bakal terwujud.

Dari semua proyek yang sedang dikerjakan pemerintah itu, hampir sebagian sudah selesai dan sebagian lagi tidak akan selesai di masa akhir pemerintahan Jokowi pada 2024 ini. Sehingga siapapun yang akan jadi penerusnya sangat layak dinantikan, apakah kebijakan itu akan kembali diteruskan oleh presiden selanjutnya.

Karena keinginan kuat dari seorang Jokowi agar pembangunan yang telah dia kerjakan bisa terus berjalan dengan baik.

Akhirnya pada satu titik Jokowi merasa jika dirinya harus ikut memilih siapa yang dia pastikan layak untuk melanjutkan program yang sudah dia bangun.

Salah satu proyek besar yang pada akhirnya membuat dirinya harus campur tangan menentukan siapa penggantinya adalah proyek IKN Nusantara.

Proyek besar yang menelan dana ratusan triliun inilah, yang di indikasi membuat Jokowi harus kerja keras memikirkan sosok penggantinya.

Jokowi seperti memiliki rasa ketakutan dan terjebak dalam bayang-bayang dirinya sendiri. Dia merasa jika siapapun yang terpilih jadi presiden nantinya, jika bukan dari rekomendasi dirinya akan sulit meneruskan proyek ini.

Akhirnya Jokowi pun harus melakukan sedemikian cara, agar siapapun presiden yang terpilih adalah masih bagian dari dirinya, yang ingin tetap terus fokus melanjutkan apa yang sudah dia kerjakan.

Sehingga pada akhirnya apa yang dilakukan meski harus menabrak konstitusi pun akan dikerjakan, karena dia ingin memastikan pemimpin nantinya masih dalam kontrol dirinya.

Apakah dia sedang terjebak dengan ketakutannya sendiri, hanya dia dan sang pencipta yang tahu. Tapi jika kita nilai dari situasi yang terjadi hari ini dan peristiwa yang terjadi saat putusan MK kemarin.

Rasanya benar adanya bahwa Jokowi memang sedang panik dan merasa khawatir proyeknya gagal.

Namun situasi apapun yang terjadi saat ini, kita mungkin layak memberikan apresiasi besar terhadap apa yang sudah ia capai. Tetapi sebagai pendukung yang baik kita tidak boleh membenarkan dan membiarkan apa yang kurang baik begitu saja terjadi.

Karena bagaimanapun menjadi bangsa maju adalah mimpi kita semua, tapi dengan maju tanpa menabrak aturan dan nilai adalah yang paling utama. Karena gimanapun kemajuan suatu bangsa, tidak pernah meninggalkan nilai yang ada pada bangsa itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *